Kembali Menuntaskan Janji
Riwayat blog pribadi Rohmat Sarman mengalami pasang surut. Mulai nge-blog pada tahun 2006 –banyak sudah torehan pemikiran dikabarkan– pada tahun 2008 terpaksa berakhir karena tuntutan hidup. Ketika kesibukan menggunung — otak dan jari manis ini– tidak sempat lagi membelai notebook ku. Pada kondisi itu, ranah realitas lah yang banyak dimanjakan. Terus terang pada tahun 2008 aku memutuskan untuk tidak berselancar di dunia maya! Keasyikan disitu, membuat aku terlena, dan akhirnya menapaki realitas semu! Maka, dengan sikap itu, saya mohon maaf kepada penikmat blog Rohmat Sarman : Jangan Anggap Itu Sederhana, Tapi Berbuatlah…
Pada tulisan terakhir di blog –saya menulis Saatnya Berhenti Sejenak– menyatakan bahwa saya akan memasuki dunia perenungan yang lebih dalam. Dan dalam tulisan itu saya berjanji, ke depan blog Rohmat Sarman akan mengulas hal-hal yang berbau wacana-ilmiah-realitas. Tidak hanya sekedar janji, untuk memenuhi harapan saya, bisa berbuat yang terbaik menyajikan refleksi pribadi yang dapat bermanfaat bagi banyak orang, tidak tanggung-tanggung saya melakukan penelitian kehidupan. Penelitiannya berbeda dengan yang ada! Peneliti lah yang tahu dan merasakan. Walhasil, dengan cara itu saya tahu sejatinya subjektif itu sebenarnya harus objektif.
Pendekatan Islam Dalam Ilmu Ekonomi: Tinjauan Beberapa Alasan Krusial
PENDAHULUAN
Sejauh ini hampir semua kemampuan pemikiran (thought) manusia didominasi oleh pendekatan filsafat. Pengetahuan manusia yang dihasilkan melalui proses berpikir selalu digunakannya untuk menyingkap tabir ketidaktahuan dan mencari solusi masalah kehidupan. Akan tetapi, sebelum sampai pada pembicaraan ilmu pengetahuan, seharusnya yang harus dibicarakan terlebih dahulu ialah mengenai bagaimana proses berpikir manusia (thinking process) sehingga dapat menghasilkan pengetahuan pada manusia. Pengetahuan pada manusia secara garis besar terbagi kedalam dua bagian. Pertama, konsepsi (tassawur) yaitu pengetahuan sederhana dan kedua, pembenaran (thasdiq) yaitu pengetahuan yang mengandung suatu penilaian (Ash-Shadr 1995:25). Artinya, proses berpikir yang manusia lakukan melalui dua tahapan yang saling melengkapi yaitu; pengetahuan yang pertama kali muncul berupa konsepsi (tassawur) atau pengetahuan sederhana dan seterusnya manusia melalui pikirannya melakukan pembenaran (thasdhiq) atau dari pengetahuan sederhana (tassawur) sampai kepada ilmu pengetahuan, pengetahuan sederhana itu diberi pembenaran sesuai dengan keyakinan manusia yang diyakininya.