Gairah Lemah Karena Lelah?
Hush… kok judulnya “mupeng” abis sih? Sepertinya blog ini membahas tentang sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang berbau seks? Eiiit… nanti dulu! Jangan terlalu jauh berprasangka buruk kepada apa yang ditulis pada judul di atas! Karena sebenarnya saya ingin mengulas gairah dan lelah apa adanya.
Mungkin Anda bisa menebak-nebak apa makna gairah? Jika selintas Anda meng”percive” gairah sangat erat kaitannya dengan hasrat, itu sah-sah saja. Karena sebenarnya gairah berkaitan dengan “desire” dan “want” seseorang terhadap sesuatu. Oleh karena berkaitan terhadap sesuatu, maka “sesuatu” itu telah menjadi objek pelengkap dari makna gairah yang sebenarnya. Katakan, gairah seseorang dalam beragama! Maka analisis kemudian, bayangan kita tertumpu bagaimana seseorang mempunyai desire dan want terhadap kehidupan keagamaan. Dan bisa juga gairah disandingkan dengan seks, maka desire dan want itu sangat berkait rapat dengan sesuatu yang berbau seks! Nah lo…
Sudah-sudah, jangan “omes” (otak mesum) dulu! Karena disini saya ingin mengkorelasikan antara gairah dengan lelah. Maka, alangkah lebih bijaknya yang dibahas terlebih dahulu disini yaitu, apa itu lelah. Kebanyakan orang mencerna bahwa lelah itu merupakan akronim dari cape, letih dan lesu. Jika Anda termasuk yang mengiyakan hal ini, maka sebenarnya dugaan Anda tidak terlalu salah. Walaupun sebenarnya aktivitas lelah itu tidak melulu berkaitan langsung dengan aktivitas fisik. Dan bisa jadi, lelah kebanyakan disebabkan oleh aktivitas internal manusia yang harapannya tidak kunjung tiba!
Dengan begitu, berdasarkan konteks di atas maka gairah menjadi sesuatu yang dependent (bergantung) dan lelah menjadi faktor penyebab atau masuk dalam kategori faktor independent. Analisis kemudian, maka sebenarnya gairah itu bisa dipengaruhi oleh lelah fizikal maupun sangat boleh jadi di pengaruhi oleh kelelahan mental. Nampak-nampaknya Anda ingin mengatakan sesuatu kepada saya? Ternyata dari peta di atas, gairah itu sangat dominan dipengaruhi oleh kelelahan sisi mental. Ia gak sih?
Jika Anda tidak setuju dengan yang saya lakukan, pasti punya alasan lain tentang gairah dan lelah? Agar saya tidak menduga-duga seperti apa gerangan pendapat Anda, maka dengan senang hati apabila mengomentarinya di bawah ini….
Tentang tulisan ini...
Anda sedang membaca Gairah Lemah Karena Lelah?, dalam weblog Rohmat Sarman
- Dipublikasikan:
- 24 May, 2008
Tentang Ku
Tulisan yang banyak dibaca...
- Pendekatan Islam Dalam Ilmu Ekonomi: Tinjauan Beberapa Alasan Krusial 3 view(s)
- Ekonomi Kerakyatan: Introspeksi Eksistensi Pembangunan Ekonomi? 1 view(s)
- Mempromosikan Blog Dengan Silaturahmi 1 view(s)
- Pembangunan Ruhani: Solusi Total Krisis? 1 view(s)
- Nikmat Apalagi Yang Kamu Dustakan? 1 view(s)
- Teori Air Dalam Bejana : Alat Memahami Komunikasi? 1 view(s)
Komentar terkini…
- promotion of website on Review Blog Dosen Ekonomi
- unaisah travel on Mempromosikan Blog Dengan Silaturahmi
- Alfan DXXX on Pendekatan Islam Dalam Ilmu Ekonomi: Tinjauan Beberapa Alasan Krusial
- waridatun amaly on Kembali Menuntaskan Janji
- Gavin Parkinson from esavfude on Pendekatan Islam Dalam Ilmu Ekonomi: Tinjauan Beberapa Alasan Krusial
Tidak ada komentar
Langsung mengisi komentar | comments rss | trackback uri